Now Playing Tracks

senja yang terlewat
malam yang terabaikan
di langit bulan terang setengah jalan
apakah pesanku sudah kau dengar?
aku hanya memintamu agar tak lupa waktu, tak terlalu sibuk dan melupakan senyummu
sekali saja dengarkan pesanku aku hanya mengkhawatirkan keadaanmu….

hujanbulanmei
23:17
19/6/13

selamat pagi, pagi
semoga hari ini cuaca lebih bersahabat dengan tubuhmu
semoga senyum selalu terukir di wajahmu
dan semoga setiap langkahmu di berkahi penciptamu

untuk pagiku yang sedang berjuang dengan masalalunya

hujanbulanmei
19/6/13

catatanku

aku hampir tak bisa mengendalikan emosiku akhir-akhir ini dan menjauhkan mereka dari ku itu yang terbaik. aku tak mau mereka terus menerus jadi sasaran kemarahanku yang tak jelas.
bila aku sudah bisa berdamai dengan hatiku kuharap mereka masih mau menerimaku


hujanbulanmei
18/6/13

aku rindu dunia sepiku
rindu aku duduk sendiri menikmati bacaanku
tanpa harus terganggu notif dari hp ku
kadang menjengkelkan
tapi kadang ku nantikan
tapi saat ini aku rindu dunia sepiku
rindu duduk sendiri menikmati buku baruku
entah mereka paham atau tidak
tapi sungguh aku tak suka keramaian
dulu ataupun sekarang
tapi ramainya media sosial sekarang ini telah banyak mempengaruhiku
cara ku memandang hidup
cara ku berteman
tapi bukan caraku menikmati sepiku
aku senang sendirian
tuhan tahu aku bukan orang yang mudah
dan tuhan senang membuatku sendirian menikmati hidupku
tuhan aku masih menunggu jawaban doaku
aku tak mungkin selamanya sendirian
jadi kirimkanlah orang kesepian lain padaku agar kami bisa menikmati kesunyian ini bersama

aamiin.. :))

hujanbulanmei
18/6/13

sajak juni, malam tujuh belas. bersama @tupin_.

  • @idrchi:

    Beritakan padanya, Lely, cinta tak melulu perihal memberi, namun juga menjaga duri agar tak menusuk jarinya sendiri. cc: @tupin_

  • @tupin_:

    Seorang pernah bilang: "Jatuh cinta itu, lebih lembut dari langkah-langkah semut, ketika merayap." Dan aku percaya, sejak mengenalmu @idrchi

  • @idrchi:

    Jika kau mau, @tupin_, bakarlah aku jadi abu. Agar mampu dibawa angin--jauh, jatuh tepat di atas degup jantungmu.

  • @tupin_:

    Tapi, @idrchi, aku hanya gantungan kunci, yang bermimpi, menjadi anting di telingamu yang puisi.

  • @idrchi:

    Coba ceritakan lagi padaku, @tupin_, tentang malam-malam yang hilang, ketika sepasang mata kita sibuk, saling memberi terang.

  • @tupin_:

    Malam itu, @idrchi, kita adalah lampu teplok, di rumah kakek miskin, ujung blok. Tak ada lagi kesepian, di sana.

  • @idrchi:

    Lalu kita pura-pura lupa, @tupin_, bahwa malam sudah renta dan pagi berebut masuk jendela. Duh, ternyata bersama tak kenal kata selamanya.

  • @tupin_:

    Kita bukan lagi pelupa -atau pura-pura lupa- @idrchi, namun amnesia, dengan kesedihan masing-masing kita.

  • @idrchi:

    Kesedihan hanyalah sepenggal kisah lain, @tupin_, tak seberapa melukai dibandingkan dengan kita yang bersisian, tapi saling memunggungi.

lelaki dan langitnya

mencari jawaban pada hamparan titik bintang 
seakan ada kumpulan kata di sana di pandangi satu persatu rasi yang tercipta sambil sesekali tersenyum menengadah 
mungkin dia lihat wajah kekasihnya di sana ? 
mengapa harus bersusah payah melihat ke atas sana jika jawabanya dekat di sini 
dia terlalu malu mengunakan mulutnya untuk bertanya 
dia lebih suka menerka-nerka apa yang langit berikan padanya

bodohnya lelaki itu 
bintang tak akan berikan jawaban padanya bintang hanya akan berikan mimpi 
mimpi yang dia harapkan indah walau nyatanya bisa jauh lebih indah bila saja dia mau melihat ke arahku

lelaki dan langitnya senang sekali dia memandang kesana seolah di sana ada jawaban dari semua pertanyaan  hidupnya

hujanbulanmei
18/6/13
Zoom Info
Camera
Canon EOS 6D
ISO
6400
Aperture
f/2.8
Exposure
20"
Focal Length
22mm

lelaki dan langitnya

mencari jawaban pada hamparan titik bintang
seakan ada kumpulan kata di sana di pandangi satu persatu rasi yang tercipta sambil sesekali tersenyum menengadah
mungkin dia lihat wajah kekasihnya di sana ?
mengapa harus bersusah payah melihat ke atas sana jika jawabanya dekat di sini
dia terlalu malu mengunakan mulutnya untuk bertanya
dia lebih suka menerka-nerka apa yang langit berikan padanya

bodohnya lelaki itu
bintang tak akan berikan jawaban padanya bintang hanya akan berikan mimpi
mimpi yang dia harapkan indah walau nyatanya bisa jauh lebih indah bila saja dia mau melihat ke arahku

lelaki dan langitnya senang sekali dia memandang kesana seolah di sana ada jawaban dari semua pertanyaan hidupnya

hujanbulanmei
18/6/13

To Tumblr, Love Pixel Union